Saturday, September 26, 2015

The Unsung Hero


Sebenarnya artikel ini disiapkan jika Lucas dijual di musim panas lalu tapi karena tidak jadi di jual hope you enjoy it..

Ya Lucas adalah nama depannya, Pezzini nama tengahnya  dan Leiva merupakan nama belakangnya, didatangkan oleh Rafa Benitez ke LFC di tahun 2007 datang jauh dari Gremio klub dari negara  yang bisa dibilang negeri- nya dewa sepakbola, Brazil. Datang dengan label pemain muda berbakat di Negara-nya dengan harapan bisa mempunyai karir yang cemerlang di eropa, tetapi adaptasi lah yang memaksa Lucas muda berjuang benar-benar dari bawah di LFC. Perbedaan kultur sepakbola antara Amerika Latin dan Eropa ditambah dengan tugas baru dari Rafa Benitez yang melihat potensi-nya sebagai gelandang bertahan dimana berbeda dengan posisi yang biasa dia perankan yaitu gelandang serang seperti menambah beban-nya.


Sepertinya rintangannya tidak berhenti disitu, Lucas datang ke LFC di bawah bayang-bayang pemain yang bisa dibilang dua gelandang bertahan terbaik LFC di era modern, Xabi Alonso dan Javier Mascherano, dua pemain yang tidak tergantikan sebagai gerbang pertama dari pertahanan LFC saat itu. Lucas bukannya tidak mendapatkan kesempatan bermain, dia mendapatkan kesempatannya untuk membuktikan diri sebagai pemain muda yang dilabeli berbakat. Tetapi semua tidak berjalan sesuai rencananya, Lucas terlihat kikuk untuk menjalankan posisi baru nya, permainan tim terlihat buruk pada saat dia bermain, bahkan yang paling tragis adalah para supporter pun menganggap Lucas sebagai pemain buangan dan pemain yang tidak diharapkan ada di dalam tim.

Bagi seorang pemain sepakbola tidak ada dukungan dari suporternya sendiri mungkin merupakan saat yang paling buruk dalam bermain sepakbola bahkan sebagian supporter sempat melakukan “Boo”  kepadanya yang diakui oleh Lucas sendiri merupakan saat terberat dalam karir sepakbolanya. Lucas yang tidak mempunyai skill seperti kebanyakan pemain Brazil tidak menyerah saat itu, dia bisa saja meminta untuk di transfer keluar dari LFC di saat keadaan memburuk untuknya, tetapi tidak dia memilih untuk bertahan untuk membuktikan dirinya bahwa dia mempunyai mental seorang pemain sepakbola yang seharusnya.



Kesempatan itu pun datang saat Xabi Alonso pergi meninggalkan LFC ke Real Madrid, meninggalkan sepatu yang besar untuk seorang Lucas muda. But Yes What doesn’t kill you makes you stronger benar-benar dipahami oleh nya, segala perjuangannya mulai terlihat perlahan tetapi pasti Lucas menjadi pemain tidak tergantikan di lini tengah LFC baik di era Rafa Benitez maupun manajer selanjutnya semua berjalan baik untuknya dimana semua bisa melihat potensi apa yang Rafa lihat di awal kedatangannya. Tetapi apa yang sudah dicapainya hancur seketika saat cedera yang paling ditakuti oleh pemain bola datang menghampirinya, cedera ACL yang memaksa dia untuk beristirahat hampir 6 bulan dan pada musim itu pula Lucas gagal ikut mengangkat piala Carling yang dimenangi LFC.



Semenjak itu semua tidak pernah sama, penampilannya tidak pernah kembali mencapai level terbaik dimana dia pernah capai sebelum dia cedera ACL. Para pemain baru yang lebih muda dan berbakat pun datang ke LFC menambah kesulitan Lucas merebut kembali tempatnya di tim utama. Bursa transfer ini menarik beberapa klub besar mendapatkan jasanya dan mungkin ini lah kali terakhir Lucas ada di squad resmi LFC. Dia memang bukan idola supporter, hanya sedikit yang melihat bagaimana perjuangan besarnya di LFC. Tapi untuk gw pribadi Lucas Leiva merupakan salah satu pemain asing LFC yang perjuangannya menjadi inspirasi buat gw..

His First Name is Lucas, His second name is Leiva..
And that is why we like him..
In fact we fucking love him..


This video sum it all by El Alonso