Wednesday, October 5, 2011

Wisata Hati.. :)

Pulang kerja iseng-iseng cari bacaan di internet, ga sengaja baca artikel lama tapi sangat patut dibaca sebagai bahan perenungan.. Cerita lama yang bahkan saya sendiri tidak tahu siapa penulis asli dari cerita ini.. :D

Paku 

"Suatu ketika seorang anak laki2 yg bersifat pemarah, ayahnya berusaha keras utk membuang sifat buruk anaknya. Suatu hari ayah memanggil anaknya & memberinya sekantong paku.
Paku ? ya paku….sang anak heran. Tapi bibir sang ayah membentuk senyum bijak. Dengan suaranya yg lembut, ia berkata kpd anaknya agar memakukan sebuah paku di pagar belakang rumah setiap kali marah.

Dihari pertama, sang anak menancapkan 48 paku, begitu juga hari kedua, ketiga dan bbrpa hari berikutnya. Tapi tak berlangsung lama, setelah itu jumlah paku yg tertancap mulai berkurang secara bertahap. Ia menemukan fakta lebih mudah menahan amarahnya dari pada menancapkan paku dip pagar belakang.

Akhirnya, kesadaran itu membuahkan hasil, si anak sudah dapat mengendalikan amarahnya. Ia bergegas memberitahukan hal itu kepada ayahnya. Sang ayah tersenyum, kemudian meminta sang anak agar mencabut paku setiap hari diamana sang anak tidak marah.
Hari berlalu dan akhirnya sang anak berhasil mencabut paku yg pernah ditancapnya. Ia segera melaporkan kabar gembira kepada sang ayah. Sang ayah pun bangkit dari duduknya dan menuntun sang anak ke pagar di belakang rumah.

”Hmmm….kamu telah berhasil anakku.” Tapi lihat lubang2 di pagar ini….
Pagar ini tak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya, kata sang ayah bijak.
”Ketika kamu melontarkan sesuatu dgn amarah, kata2mu dan tindakanmu akan meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain. Kamu dpt menusukkan pisau kpd seseorang, lalu mencabut pisau itu, tapi tidak peduli berapa kali kamu meminta maaf ? luka itu akan tetap ada, ucap sang ayah lebut namun sarat makna.

Sang anak membalas dgn tatapan lembut ayahnya dgn mata berkaca2. Pelajaran yg diberikan ayahnya begitu tajam menghujam direlung hatinya". 

 

Ada nilai yang baik dalam cerita ini tentang bagaimana kita menjaga mulut dan perbuatan kita.. Mungkin dalam kehidupan kita sehari-hari kita melakukan banyak perbuatan atau perkataan yang menyakiti.. Jadi menurut saya pribadi pelajaran yang bisa diambil itu Think before you act or speak.

 

No comments:

Post a Comment