Poros Baru
di Liverpool FC
Melihat penampilan LFC di pertandingan
ke belakang muncul kuartet penting yang sebenarnya saya lebih senang
menyebutnya poros baru di lini tengah LFC, mari kesampingkan tentang
ke-sakti-an Luis Suarez yang memang sangat berperan besar pada
kecemerlangan penampilan LFC. Dengan dimulai absennya Steven Gerrard
beberapa pihak mulai mengkhawatirkan penampilan LFC dikarenakan tidak
sedikit goal LFC berasal dari “Hollywood Pass” dari Gerrard.
Ada beberapa pihak mengkhawatirkan
tetapi ada juga beberapa pihak yang menyebutkan bahwa ini saatnya LFC
berlatih bermain tanpa Gerrard yang karier sepakbolanya akan selesai
dalam waktu beberapa tahun ini dan saatnya pula Rodgers meramu taktik
dan formasi sesuai keinginannya tanpa harus meminggirkan Gerrard.
Poros penting yang terbaru tapi mungkin
saja sebenarnya di kepala Rodgers sudah ada sejak lama akhirnya
dicoba dalam satu setengah pertandingan terakhir, yang pertama
dimulai saat melawan Westham kurang lebih di menit 55-56 pada posisi
2-0 Gerrard ditarik keluar karena cedera digantikan oleh Lucas Leiva,
disini mulai terlihat jalannya taktik kaki ke kaki ala Rodgers dengan
Lucas-Allen-Coutinho- Henderson sebagai poros utama dalam
keseimbangan bertahan dan menyerang.
Mungkin masih dalam keadaan gugup baru
akan mulai menerapkan taktik baru (atau terlalu asyik) seakan-akan para pemain terlihat
terlalu nafsu dalam menyerang sehingga agak melupakan lini belakang
yang akhirnya kecolongan satu goal dari Westham (own goal Skrtel),
arah pertandingan agak berubah setelah goal itu, tapi Game
Over untuk Westham saat Suarez mencetak goal ketiga dilanjut dengan
kartu merah untuk Nolan.
Pada pertandingan selanjutnya melawan
Spurs merupakan Big test untuk squad muda LFC (maksudnya dibawah 30
Tahun -CMIIW ) yang bermain tanpa Gerrard, dengan ditunjuknya Suarez
sebagai kapten. Pada pertandingan ini poros baru ini menjadi titik
pusat dari taktik LFC, Lucas – Allen menjadi penyaring utama dari
penyerangan Spurs sebelum masuk ke lini belakang yang dimana mereka
melakukan tugas mereka dengan sempurna dengan segala intercept yang
dilakukan walau ada beberapa catatan mereka kehilangan bola dan
posisi Coutinho-Henderson menjadi awal penyerangan untuk memberikan
suplai bola ke lini depan.
Poros ini masih sangat baru dan mungkin
masih akan mengalami penampilan turun naik sebagaimana pemain
lainnya, yang jelas tetap “Manage Our Expectation” karena LFC
masih dalam proses untuk mencapai kesempurnaan. Saya pribadi berharap
LFC bisa menjelma menjadi kupu-kupu yang cantik di musim ini dan
musim-musim selanjutnya setelah musim lalu sudah menjadi kepompong
yang banyak diterpa badai.
#YNWA
@radya