Am I Dare To Dream?
Pada beberapa artikel sebelum ini saya
pernah menulis apa target untuk LFC tetep di empat besar atau berani
bermimpi untuk menuntaskan puasa gelar yang sudah 20 tahun lebih
tidak mampir ke Anfield.. Ternyata kita semua memang harus mengakui
bahwa penampilan LFC sangat di atas rata-rata ini membuat beberapa
pro dan kontra yang menarik di dunia “twitter” sedang hangat dibicarakan
yang terbagi menjadi 3 kubu antara realis, pesimis, dan optimis di
dalam suporter LFC sendiri (di Indonesia khususnya) di luar saya pun
tidak mengerti apakah ada perdebatan soal ini.
Tidak terlepas dari paragraf diatas,
saya pribadi memberanikan diri untuk menyebrang dari sisi realis
menjadi sisi optimis dengan segala resiko yang akan timbul, dengan
penampilan LFC yang sangat bila bisa dibilang luar biasa, melihat LFC
menggetarkan gawang lawan lebih dari satu kali dalam pertandingan,
melihat Anfield menjadi benteng yang
menakutkan seperti jaman kejayaan LFC jaman yang sudah lama berlalu
yang bahkan mungkin saya pun tidak pernah merasakannya, melihat para
penantang juara mulai waspada akan hadirnya LFC, This is
where we belong, we're already struggle for a long time for this and
this time a good timing to finish it with style.
Keberanian saya
tidak terlepas dengan adanya sosok Brendan Rodgers yang sempat juga
saya tulis di artikel banyak orang yang meragukan kemampuannya di LFC
apalagi dia “hanya” lulusan Swansea. Saya yakin bukan saya saja
yang menjadi yakin karena adanya sosok BR ini, hanya lulusan Swansea
dan sekarang dia mempunyai kesempatan untuk menjadi legenda di LFC
jika BR bisa membawa LFC kembali ke tempat yang seharusnya.
Saya selalu
terkesan dengan setiap wawancaranya dan beberapa kawan saya ada juga
yang berpikir sebaliknya bahwa BR ini terlalu senang berbicara kepada
Pers, tapi menurut saya setiap wawancara yang dilakukan oleh BR untuk
meringankan beban para pemain LFC, jika kalah BR tidak menyalahkan
pemainnya tetapi menyalahkan taktiknya, jika menang dia memuji habis
pemainnya dan yang paling menarik jika ditanya soal perebutan gelar
juara BR selalu merendah untuk melepaskan beban dari pemainnya.
Kembali
ke judul diatas bahwa saya yakin bukan saya saja yang mulai berpikir
dari kubu realis ke kubu optimis di dunia twitter pun banyak beredar
tagar Make Us Dream dan
di pertandingan terakhir melawan Manch saya melihat ada banner
bertulisan Make Us Dream.
Jadi akhir kata dalam
artikel ini saya menegaskan bahwa berhasil atau tidaknya LFC
menjuarai Premiership
League LFC tetap menjadi
juara hati saya pribadi sama seperti di musim-musim sebelumnya. So The Answer Yes I
Choose Dare To Dream.
Dear Brendan Rodgers, Is It Our
Dream is Your Reality? If It Is Yes Please Wake Us Up and Bring Us To
Your Reality..
Regards,
@radya
No comments:
Post a Comment