Saturday, March 22, 2014

Am I Dare To Dream?

Am I Dare To Dream?

Pada beberapa artikel sebelum ini saya pernah menulis apa target untuk LFC tetep di empat besar atau berani bermimpi untuk menuntaskan puasa gelar yang sudah 20 tahun lebih tidak mampir ke Anfield.. Ternyata kita semua memang harus mengakui bahwa penampilan LFC sangat di atas rata-rata ini membuat beberapa pro dan kontra yang menarik di dunia “twitter” sedang hangat dibicarakan yang terbagi menjadi 3 kubu antara realis, pesimis, dan optimis di dalam suporter LFC sendiri (di Indonesia khususnya) di luar saya pun tidak mengerti apakah ada perdebatan soal ini.

Tidak terlepas dari paragraf diatas, saya pribadi memberanikan diri untuk menyebrang dari sisi realis menjadi sisi optimis dengan segala resiko yang akan timbul, dengan penampilan LFC yang sangat bila bisa dibilang luar biasa, melihat LFC menggetarkan gawang lawan lebih dari satu kali dalam pertandingan, melihat Anfield menjadi benteng yang menakutkan seperti jaman kejayaan LFC jaman yang sudah lama berlalu yang bahkan mungkin saya pun tidak pernah merasakannya, melihat para penantang juara mulai waspada akan hadirnya LFC, This is where we belong, we're already struggle for a long time for this and this time a good timing to finish it with style.




Keberanian saya tidak terlepas dengan adanya sosok Brendan Rodgers yang sempat juga saya tulis di artikel banyak orang yang meragukan kemampuannya di LFC apalagi dia “hanya” lulusan Swansea. Saya yakin bukan saya saja yang menjadi yakin karena adanya sosok BR ini, hanya lulusan Swansea dan sekarang dia mempunyai kesempatan untuk menjadi legenda di LFC jika BR bisa membawa LFC kembali ke tempat yang seharusnya.



Saya selalu terkesan dengan setiap wawancaranya dan beberapa kawan saya ada juga yang berpikir sebaliknya bahwa BR ini terlalu senang berbicara kepada Pers, tapi menurut saya setiap wawancara yang dilakukan oleh BR untuk meringankan beban para pemain LFC, jika kalah BR tidak menyalahkan pemainnya tetapi menyalahkan taktiknya, jika menang dia memuji habis pemainnya dan yang paling menarik jika ditanya soal perebutan gelar juara BR selalu merendah untuk melepaskan beban dari pemainnya.

Kembali ke judul diatas bahwa saya yakin bukan saya saja yang mulai berpikir dari kubu realis ke kubu optimis di dunia twitter pun banyak beredar tagar Make Us Dream dan di pertandingan terakhir melawan Manch saya melihat ada banner bertulisan Make Us Dream. Jadi akhir kata dalam artikel ini saya menegaskan bahwa berhasil atau tidaknya LFC menjuarai Premiership League LFC tetap menjadi juara hati saya pribadi sama seperti di musim-musim sebelumnya. So The Answer Yes I Choose Dare To Dream.



Dear Brendan Rodgers, Is It Our Dream is Your Reality? If It Is Yes Please Wake Us Up and Bring Us To Your Reality..

Regards,

@radya  

No comments:

Post a Comment