Akhir Cerita Cinta Pertama
Bukan, bukan karena aku
berhenti mencintainya tetapi karena ketiadaan daya dari dirinya untuk
bangkit kembali dan bertahan bahkan hanya untuk bernafas. Sedih dan
pedih terasa dihati melihat dia sekarat menunggu ajal, saat
melihatnya terlintas kembali memori indah yang pernah dijalani
saat-saat sulit yang dilalui hingga pada saat aku memutuskan untuk
pindah ke lain hati. Dia memang sudah bukan lagi cinta ku lagi tetapi
cinta pertama tetaplah cinta pertama akan selalu ada dihati sampai
kapan pun.
Paragraf diatas bukanlah
mengenai perjalanan kisah cinta seorang lelaki kepada wanita
pujaannya, melainkan cinta seorang supporter sepakbola terhadap klub
sepakbola pertama yang dia puja. Mungkin kisah cinta dia yang dulu
tidak seindah yang sekarang, mungkin saja dia sudah bahagia dengan
cintanya yang sekarang. Tetapi tetap saja jika melihat klub pertama
yang dia puja sudah diujung akhir hidupnya pasti akan menyayat
hatinya.
Parma FC nama klub nya.
Klub yang dahulu terkenal menjadi pencetak pemain-pemain muda handal
siapa tidak kenal nama Faustino Asprilla, Thomas Brolin, Hernan
Crespo, Lilian Thuram hingga kiper veteran Juventus dan timnas Italia
Gianluigi Buffon. Nama tersebut diatas hanyalah segelintir pemain
dari beberapa punggawa Parma yang berhasil menembus pentas sepakbola
dunia dan bermain di klub ternama di seluruh dunia.
Tidak banyak memang
memori kemenangan yang dia dapat sebagai supporter sepakbola tetapi
itulah yang membentuk mental dia sebagai Supporter agar bisa
mendukung klub apapun keadaannya. Memori indah yang masih jelas
teringat itu piala pertamanya sebagai pendukung Parma FC yaitu Juara
Coppa Italia yang dilanjut dengan piala UEFA yang sekarang berubah
format dan nama menjadi Europa League. Dia merengek ke ayahnya agar
dibangunkan jam 2 pagi untuk menonton Parma yang dimana pada saat itu
dia berumur 13 Tahun.
Tidak salah keputusan
yang dia ambil karena Parma memenangkan Coppa Italia dan Piala UEFA
tetapi yang paling teringat adalah hasil Piala UEFA dengan skor 3-0
untuk Parma dimana duet Hernan Crespo – Chiesa menjadi pahlawan
ditambah dengan satu gol dari Paolo Vanoli menjadi momen
bersejarahnya melihat tim yang dia puja memenangkan double winner
pada tahun itu.
Sedangkan memori pahit
yang dia pernah rasakan adalah bagaimana melihat Parma FC dibantai
oleh Inter Milan yang sewaktu itu masih ada “Il Phenomenon”
Ronaldo Luis Da Lima 5-1, pertama kali itu pula dia merasakan
menangis karena Sepakbola dan yang paling pahit adalah merasakan
bagaimana Parma FC terdegradasi yang membuat cinta nya berpaling
dikarenakan tidak bisanya dia mengikut perkembangan Parma waktu itu
dan dia berjanji bahwa di tanah Italia ada satu-satunya klub yang dia
dukung.
Tetapi cerita indah
tinggalah cerita, 100 tahun seharusnya menjadi umur dimana klub menjadi semakin kuat tetapi berita buruk itu datang pada tanggal 22 Februari 2015 Parma FC dinyatakan
bangkrut dikarenakan ketidak sanggupannya menjalankan kompetisi
hingga akhir, Parma FC otomatis degradasi hanya tinggal menunggu
pengumuman dari FIGC dan pihak penyelenggara Serie A. Dia sedih
mendengar berita ini, Cinta Pertamanya yang dulu sangat dia puja
sekarat menunggu pertolongan yang tak kunjung datang. Mungkin cinta
terbesarnya sudah berpaling kepada klub lain, tetapi Parma FC sebagai
klub pujaannya menjadi cinta pertama yang tidak akan pernah terlupa olehnya.
Dear Gialloblu,
You might not be my Last love on
Football Club..
But it hurts enough to see you dying..
All the good and sad memories you give
me..
Makes me become a supporter that always
support club no matter the condition is..
You absolutely have a special place in
my heart as a football fans..
You are my first Love on football when
all my friend choose other big club on that time..
But I choose you with no reason, I just
Love you and it's grow bigger and bigger that time..
You might near an end but I still hope
there would be a miracle to save you from bancruptcy..
A Miracle to make you back from the
death and become stronger..
But I just want you to know that my
hope and pray with you always..
#Non Mollare Mai #Parma Per Siempre!
No comments:
Post a Comment