Setiap manusia yang punya mimpi
dan harapan pasti mengharapkan mimpi dan harapan nya jadi kenyataan, tetapi
terkadang Tuhan berkata lain ada beberapa kutipan “Sesungguhnya yang diinginkan manusia itu belum tentu baik
untuk dirinya” tetapi terkadang manusia tidak bisa menerima begitu saja dengan
apa yang sudah dituliskan untuk dirinya. Dengan tidak bermaksud menjadi terlalu
serius di awal, jadi seperti biasa artikel ini pastinya berkaitan dengan
Liverpool FC.
Berkaitan dengan Legenda LFC
Steven Gerrard tetapi ini bukan mengenai kartu merahnya fenomenalnya di
pertandingan sarat tensi melawan para Manch kemarin. Tetapi mengenai Testimonial Match yang akan digelar di
jeda internasional besok. Para pemain sudah dipilih termasuk beberapa pemain
kelas dunia yang pernah bermain bersama Gerrard. Tim Gerrard akan berhadapan
dengan Tim Carra, dilihat dari Line up
yang dipilih oleh Gerrard ada dua nama yang paling menarik, mimpi dari banyak
kopites untuk melihat mereka bersanding.
Siapa yang tidak kenal Fernando
Torres dan Luis Suarez? Dua nama fenomenal
yang pernah mengisi hati kopites dari seluruh dunia. Mimpi yang awalnya
hampir jadi kenyataan di tahun 2010, melihat mereka menjadi “duet maut” di lini
depan LFC saat itu. Bisa dipastikan jika duet itu menjadi kenyataan akan
membuat para Back di BPL “ngompol” melihat mereka. Tetapi ya itu Tuhan
menuliskan lain Dia bukan membuat mereka bersanding tetapi menggantikannya.
Buyar lah semua mimpi dan harapan
para Kopites melihat dua penyerang kelas dunia mengobrak-abrik lini belakang
lawan. Torres memilih hengkang ke klub kaya London tanpa memberitahukan
alasannya hingga saat ini dan hasilnya transfer itu merupakan keuntungan besar
bagi LFC tetapi menjadi akhir karir Torres, dia tidak pernah lagi menjadi
Torres yang bermain di LFC dan mungkin keputusan tersebut merupakan penyesalan
terbesar baginya.
Beda cerita dengan Suarez, dia
datang dari Ajax sebagai pemain Kelas dunia sepaket dengan perangai yang bisa
dibilang “luar biasa” sebelum pindah ke LFC dia sempat menggigit pemain lain di
liga belanda dan menjalani skorsing, walaupun begitu dia tetap dipuja di Ajax
dan LFC tetap yakin untuk memboyongnya ke Anfield. Beda dengan Torres yang jauh
dari kata kontroversial di dalam lapangan. Suarez lebih meledak-ledak di dalam
lapangan, tetapi hasilnya Suarez masih lebih dicinta oleh kopites dibanding
Torres yang pergi dengan menyakitkan.
Harapan tetaplah harapan, sekali
lagi mimpi dan harapan melihat mereka bersanding untuk pertama kali akan jadi
kenyataan jika Torres dan Suarez tidak cedera hingga hari H Gerrard Testimonial Match. Satu mimpi yang
akan tercapai walaupun bukan dalam pertandingan sesungguhnya tetapi buat saya
pribadi dan mungkin beberapa kopites yang mempunyai cita-cita yang sama dengan
saya sudah cukup bahagia melihat dua “mantan” pujaan berdiri di sisi yang sama,
sisi dari Steven Gerrard.
Dear Stevie,
This match maybe the last one big
testimonial for you
Make it worth every minute will
ya..
Every big player would comeback for
you..
Xabi , Torres and Suarez stand in
one team, Your Team..
And Every another big player play
in Carra’s Team..
Like your hope back in the day
when there’s a chance they play with you in one team..
Hope this is would be special memory for you..
Remember Steve They Coming Back Home
for you..
Goodluck Stevie Lad!
