Monday, May 4, 2015

The Power of PHP

The Power of PHP

PHP atau pemberi harapan palsu kata yang sedang “hits” beberapa tahun belakangan ini, sepertinya jika dilihat dari sudut pandang pribadi dalam soal sepakbola mungkin yang paling mengerti soal ini adalah pendukung LFC. Setelah akhir musim lalu dengan melesetnya target yang di depan mata, awal musim yang sangat ditunggu-tunggu, hingga akhir musim yang menyisakan empat pertandingan ini, pendukung LFC tidak diberi nafas untuk bisa menerima kenyataan yang terjadi. PHP terus saja terjadi entah dari klub sendiri maupun dari klub Rival yang memperebutkan posisi empat besar.

Jujur saja setelah kekalahan melawan Hull City beberapa hari lalu, saya pribadi sudah terima apapun hasil akhir musim nanti bahkan sebagian hati sudah menyerah mendukung Brendan Rodgers. Tetapi ada kejadian yang membuat kejadian yang berpotensi menjadi PHP datang kembali. Rival terdekat LFC, Man Utd tersandung oleh West Brom. Secara tidak langsung membuat perasaan di hati ini kembali ke jarum optimis lagi setelah jarum indikator hampir menunjuk ke titik pesimis total.



Memang sebenarnya PHP ini bukan salah LFC ataupun klub lainnya, jika hati sudah menyerahkan apapun hasil musim ini harusnya sudah diteguhkan dan jangan berpindah lagi. Tetapi apa? Layaknya orang yang mencintai seseorang, sebanyak apapun disakiti dan dikecewakan jika ada jalan untuk mencintai kembali pasti akan di lakukan. Mungkin ada benarnya kutipan lama yang berbunyi “Bung jika ini memang cinta sejati pasti akan banyak rintangan”.

Kutipan yang lagi-lagi bisa dibilang pas jika dikaitkan kepada pendukung LFC. 25 Tahun sudah terlewat dari terakhir kali mengangkat gelar kampiun liga dan 10 Tahun dari final fenomenal di Istanbul. Tetapi pendukung LFC bukannya semakin sedikit tetapi malah semakin banyak yang awalnya saya pun tidak mengerti kenapa ada fenomena tersebut, padahal jika berkaca kepada diri sendiri mungkin teman-teman saya yang merupakan supporter tim lain akan bingung kenapa saya masih setia mendukung LFC yang jawabannya baru saya temukan akhir-akhir ini melalui artikel di salah satu blog tentang sepakbola.



Tetapi ya itu, mereka (Supporter tim lain) tidak akan pernah mengerti kebanggaan yang para pendukung LFC miliki. Walaupun kerap terkena PHP tetapi tetap saja pada saat LFC turun ke lapangan tetap ditonton minimal berharap LFC memenangkan pertandingan. Mungkin pada saat kondisi tim sekarang banyak silang pendapat dan malah mungkin terbagi menjadi kubu-kubu. Tetapi itulah indahnya para pendukung mencintai klub dengan caranya sendiri-sendiri.

Mungkin saja PHP akan datang lagi di akhir musim ini, tetapi ya perset*n lah dengan itu jika itu terjadi toh musim depan kami akan tetap memiliki harapan yang sama dan mungkin sebenarnya bukan salah LFC yang selalu melakukan PHP, tetapi dari diri pendukung mereka sendiri yang memilih untuk berharap. Toh apalah arti menunggu satu tahun lagi saya pribadi sudah menunggu kurang lebih 15 tahun.



So it's your call to manage your expectation or ready to feel the heartbreak once more?

Me personally I've never succeed to manage my expectation so I choose the second one..

Pic Courtesy:


No comments:

Post a Comment