Monday, April 6, 2015

Dia Yang Berharap Untuk Bertahan

Klub besar ya itulah LFC dimata para supporternya, Klub yang kami banggakan akan 18 gelar liga sebelum format baru dan 5 Juara Eropa, menjadi kebanggaan kami sebagai supporter salah satu klub merseyside. Di tahun 2005 kami diajak menyaksikan keajaiban dalam sepakbola yang bahkan menurut pengakuan beberapa supporter AC Milan kemenangan mereka atas LFC di tahun 2007 tetap tidak bisa membalas rasa sakit hati mereka di 2005.



Sebenernya artikel ini memiliki judul yang lebih panjang daripada yang tertulis diatas, judul yang seharusnya adalah “Dia yang berharap untuk bertahan dan Dia yang siap untuk pergi”. Ingatkah kita para supporter LFC siapakah satu-satunya pemain yang masih bertahan dari skuad yang menciptakan keajaiban? Ya, Steven George Gerrard. Satu-satu nya pahlawan Istanbul yang masih bertahan di LFC, pemain yang akan pergi di akhir musim ini, pemain yang bahkan oleh sebagian suporter LFC sendiri dianggap menjadi batu sandungan berkembangnya LFC ke depan.

Gerrard yang identik dengan LFC, yang bahkan mendapat gelar Mr. Liverpool ini akan mengakhiri karirnya yang luar biasa di LFC, dan akan segera berangkat ke Amerika untuk bergabung dengan salah satu mantan punggawa LFC yang hanya bermain setengah musim di Anfield, Robbie Keane. Dia yang berharap dipertahankan oleh klub yang membesarkannya, tetapi dia bisa membaca bahwa klub ini sudah merasa besar, bisa berjalan tanpa dirinya lagi dan sepertinya sudah siap ditinggal oleh nya.



Musim ini sendiri LFC mengalami musim Roller Coaster yang menakjubkan, terpuruk di awal musim, bangkit di tengah musim tetapi di dua pertandingan terakhir mengalami kekalahan yang sangat menyakitkan dari rival menuju empat besar. LFC digilas habis oleh Arsenal 4-1 yang dimana hampir membalaskan dendamnya musim lalu. Tim baru tanpa Gerrard memang sangat menjanjikan di masa depan dan kami para supporter pun yakin itu.

Tetapi apakah LFC “baru” ini sudah yakin bahwa tim ini bisa mengatasi tekanan mental pada saat melawan tim-tim besar tanpa para pemain seniornya. Ya, pengalaman memang bisa didapatkan melalui pertandingan di depannya tetapi pernahkah kita pernah mendengar kutipan “Pengalaman itu mahal” ?. Secara tidak langsung menunjukan LFC harus melalui beberapa musim lagi adaptasi. Jangan, jangan bilang kami suporter LFC tidak sabar, kami bahkan sangat sabar menunggu gelar tidak kunjung datang.

Yang terakhir sepeninggal Gerrard nanti adalah adakah “magnet” lain selain dia untuk menarik pemain dengan reputasi dunia untuk bergabung dengan LFC?. Fernando Torres dan Luis Suarez pun datang karena ingin bermain bersama Gerrard. Kepergian Gerrard merupakan suatu hal yang tidak mungkin terelakan dan mungkin pendiriannya sekarang sudah berubah dari pemain tidak ingin pergi menjadi pemain yang siap untuk pergi setelah mengetahui bahwa jasanya sudah tidak dibutuhkan lagi oleh klub yang membesarkannya.



Kami hanya bisa berharap bahwa pemain muda yang menjadi penerus dia, bisa menyerap sebanyak-banyak pengalaman yang dimilikinya. Sekaligus belajar mempunyai kesetiaan yang tidak banyak lagi dimiliki oleh para pemain muda sepakbola sekarang. Loyalitas yang hanya dimiliki oleh hanya beberapa pemain istimewa.

Dear Stevie,

Lot of sadness and Joy you gave to the club..
You give more than hundred percent everytime you step on the pitch..
You love this club that no one can imagine..
True that we'll never find a player like you..
Who play with every beat of his heart..
Player who never give up even on the darkest time..

I know you feel it's time to go now..
It's gonna be a sad day for Kopites to see you leave..
But always remember that we're gonna be your supporter now and then..

For the last time please share them a pride to wear our badge..
Share your lesson about loyalty..
Share you spirit to them who will continue the pride on our badge!


So long Hero!

No comments:

Post a Comment