Monday, September 29, 2014

T.R.L.N.J.R S.Y.G

Trlnjr Syng

Artikel ini Terinspirasi dari kaos PO dari akun @LFC_ID di twitter & Banner Legendaris di nonbar Jakarta akhir musim lalu yang ternyata memang berguna pada saat begini untuk mengingatkan bahwa tak pernah mudah menjadi supporter LFC. seakan-akan LFC tidak membiarkan para supporternya duduk manis dan tenang selama pertandingan, LFC terlihat menikmati membuat was-was supporter sepanjang pertandingan, membuat jantung orang yang menyayanginya kerap tidak berdetak normal. Tapi pertanyaannya kenapa Suppoternya tetap mencintainya?.

Sayang? Cinta? Kata-kata yang sulit untuk dimaknai dari satu sisi saja, karena perspektif setiap manusia pasti berbeda jika berhubungan dengan dua kata diatas. Ada pihak yang bilang bahwa dua kata itu adalah pengorbanan dan ada pula yang bilang bahwa dua kata itu sumber kebahagiaan atau bisa jadi keduanya. Yang manakah yang benar? Itu tergantung perspektif masing-masing. Tetapi jika disangkutkan kepada LFC manakah yang anda akan pilih apakah mendukung LFC adalah pengorbanan anda? ataukah sumber kebahagiaan anda?.



Mengingat musim lalu yang fantastis bisa dibilang para supporter LFC seharusnya sudah pada tahap LFC menjadi sumber kebahagiaan melihat fantastisnya LFC menutup musim lalu dengan melewati ekspektasi di awal musim dari finish di empat besar menjadi Runner Up, lalu awal musim ini pun tiba dengan perginya Luis Suarez yang sedikit banyak mencemaskan beberapa pihak karena seperti yang kita tahu jika Luis bersama Stu merupakan mesin goal LFC. Datangnya Balotelli membumbungkan harapan kembali bahwa Balo bisa menggantikan tempatnya Luis sebagai mesin goal LFC.



Beberapa pertandingan sudah dilewati tetapi LFC masih seperti mencari separuh jiwanya yang hilang yang membuat para supporternya seperti naik Roller Coaster yang dimana para supporter LFC sudah biasa mengendarainya. Tidak ada lagi pressure yang berlebihan kepada team kecuali dari beberapa pihak yang kritis. Kurangnya pressure ini mungkin dikarenakan apa yang LFC lakukan musim lalu masih membekas di hati para supporter.

Kembali ke topik awal soal “Sayang” & “Cinta” terkadang dua kata ini membutakan tidak lagi ada pemikiran rasional yang bisa dijadikan ukuran. Begitu pula sayang dan cinta supporter kepada LFC sudah sekian lama supporter LFC tidak merasakan namanya juara Premiership, sekian lama itu pula mereka merasakan naik turunnya performa. Tapi apa yang terjadi supporter LFC bukannya berkurang tetapi semakin berkembang lupakanlah soal juara UCL 9 Tahun silam.



9 tahun tanpa gelar major jika dipikirkan secara rasional seharusnya supporter LFC ini harusnya habis terkikis tetapi apa yang terjadi slogan yang para supporter kemukakan soal “We're not just a supporter but we're family” benar-benar diterapkan. Itulah yang mungkin arti “Sayang” & “Cinta” bagi supporter LFC. Terlanjur sayang & Terlanjur cinta yang membuat para Supporter tetap setia untuk mendukung walaupun tidak ada gelar major yang mampir ke Anfield..

Dear LFC,

We're support you with all of our heart all this years, every second that we've been through become a memory that we won't forget easily. Every emotions that we get everytime we watch you. Every tears of joy and sadness worth every drop.

Maybe this is the unconditional love from us to you, we pray for you to rise up and stand strong as a club that have a great supporter in the land. We're stand when it comes to bad and we'll stand by you until the time you become a great club once again..

Rise LFC!! Rise!!


No comments:

Post a Comment