Trlnjr Syng
Artikel ini Terinspirasi dari kaos PO
dari akun @LFC_ID di twitter & Banner Legendaris di nonbar
Jakarta akhir musim lalu yang ternyata memang berguna pada saat
begini untuk mengingatkan bahwa tak pernah mudah menjadi supporter
LFC. seakan-akan LFC tidak membiarkan para supporternya duduk manis
dan tenang selama pertandingan, LFC terlihat menikmati membuat
was-was supporter sepanjang pertandingan, membuat jantung orang yang
menyayanginya kerap tidak berdetak normal. Tapi pertanyaannya kenapa
Suppoternya tetap mencintainya?.
Sayang? Cinta? Kata-kata yang sulit
untuk dimaknai dari satu sisi saja, karena perspektif setiap manusia
pasti berbeda jika berhubungan dengan dua kata diatas. Ada pihak yang
bilang bahwa dua kata itu adalah pengorbanan dan ada pula yang bilang
bahwa dua kata itu sumber kebahagiaan atau bisa jadi keduanya. Yang
manakah yang benar? Itu tergantung perspektif masing-masing. Tetapi
jika disangkutkan kepada LFC manakah yang anda akan pilih apakah
mendukung LFC adalah pengorbanan anda? ataukah sumber kebahagiaan
anda?.
Mengingat musim lalu yang fantastis
bisa dibilang para supporter LFC seharusnya sudah pada tahap LFC
menjadi sumber kebahagiaan melihat fantastisnya LFC menutup musim
lalu dengan melewati ekspektasi di awal musim dari finish di empat
besar menjadi Runner Up, lalu awal musim ini pun tiba dengan perginya
Luis Suarez yang sedikit banyak mencemaskan beberapa pihak karena
seperti yang kita tahu jika Luis bersama Stu merupakan mesin goal
LFC. Datangnya Balotelli membumbungkan harapan kembali bahwa Balo
bisa menggantikan tempatnya Luis sebagai mesin goal LFC.
Beberapa pertandingan sudah dilewati
tetapi LFC masih seperti mencari separuh jiwanya yang hilang yang
membuat para supporternya seperti naik Roller Coaster yang dimana
para supporter LFC sudah biasa mengendarainya. Tidak ada lagi
pressure yang berlebihan kepada team kecuali dari beberapa pihak yang
kritis. Kurangnya pressure ini mungkin dikarenakan apa yang LFC
lakukan musim lalu masih membekas di hati para supporter.
Kembali ke topik awal soal “Sayang”
& “Cinta” terkadang dua kata ini membutakan tidak lagi ada
pemikiran rasional yang bisa dijadikan ukuran. Begitu pula sayang dan
cinta supporter kepada LFC sudah sekian lama supporter LFC tidak
merasakan namanya juara Premiership, sekian lama itu pula mereka
merasakan naik turunnya performa. Tapi apa yang terjadi supporter LFC
bukannya berkurang tetapi semakin berkembang lupakanlah soal juara
UCL 9 Tahun silam.
9 tahun tanpa gelar major jika
dipikirkan secara rasional seharusnya supporter LFC ini harusnya
habis terkikis tetapi apa yang terjadi slogan yang para supporter
kemukakan soal “We're not just a supporter but we're family”
benar-benar diterapkan. Itulah yang mungkin arti “Sayang” &
“Cinta” bagi supporter LFC. Terlanjur sayang & Terlanjur
cinta yang membuat para Supporter tetap setia untuk mendukung
walaupun tidak ada gelar major yang mampir ke Anfield..
Dear LFC,
We're support you with all of our
heart all this years, every second that we've been through become a
memory that we won't forget easily. Every emotions that we get
everytime we watch you. Every tears of joy and sadness worth every
drop.
Maybe this is the unconditional love
from us to you, we pray for you to rise up and stand strong as a club
that have a great supporter in the land. We're stand when it comes to
bad and we'll stand by you until the time you become a great club
once again..
Rise LFC!! Rise!!
No comments:
Post a Comment