Will To Stay
Jendela transfer sudah ditutup, Liga
pun sudah bergulir. Banyak cerita dari cerita transfer musim ini dari
mega transfer, panic buying, hingga keduanya tidak usah lah membahas
siapa. Tapi ada cerita menarik di cerita transfer ini khususnya di
LFC dan pastinya kurang menarik bagi lainnya.
Nama Fabio Borini menjadi satu cerita
khusus, dipinjamkan musim lalu ke Sunderland dan sukses untuk
mengangkat namanya disana, sukses menjadi idola di klub berseragam
strip merah putih yang terletak di kawasan Tyne and Wear.
Kembali ke LFC
sebagai pemain muda terbaik di Sunderland membuat Borini berharap LFC
mulai melirik dirinya lagi tapi apa daya tawaran yang datang dari
Sunderland cukup membuat Ian Ayre bisa menjadi negosiator transfer
yang ulung ditambah sebelumnya Ayre berhasil menjual Suarez dengan
nilai fantastis dan sukses menjalankan proyek “Moneyball”
FSG.
Para supporter pun
rela melepas Borini dengan nilai sebesar 14 Juta Poundsterling karena
sebagian besar mereka berpikir “We have stu and raheem plus a
new boy Ballo” dan tawaran besar seperti ini tidak mampir di
setiap jendela transfer, ditarik kebelakang lagi Borini di Sunderland
menjadi New Golden Boy tapi bukan hanya di Sunderland saja
karena Supporter LFC pun ikut bersorai jika dia mencetak goal
terlebih Goal nya berhasil menjegal bahkan menenggelamkan salah satu
rival LFC di perebutan gelar musim lalu.
Kembali ke masa
kini, kesimpang-siuran transfer dari “The Knifeman” ini
berlangsung alot hingga jendela transfer selesai, beberapa supporter
bahkan kecewa dengan gagalnya transfer ini tetapi yang menarik adalah
pernyataannya setelah jendela transfer ditutup sebagaimana dikutip
sebagai berikut:
“This
summer there has been many rumours. My wish is to play in a top club
and Liverpool are a top club so there have never been any real
problems. I know my aims and how I can achieve them.
Staying at Liverpool is one of them. I’m in a big side who try to win each competition. And that is where I want to be.
There was no thought of whether to come back [to Italy] or not,” he added. “Because I grew in England I don’t think of it as to come back home, there isn’t a thought of it.”
Staying at Liverpool is one of them. I’m in a big side who try to win each competition. And that is where I want to be.
There was no thought of whether to come back [to Italy] or not,” he added. “Because I grew in England I don’t think of it as to come back home, there isn’t a thought of it.”
Borini mau
memperjuangkan tempatnya di LFC, dia bisa saja pindah ke Sunderland
dan menjadi pujaan disana, dia bisa saja pulang kampung ke Italia
karena dirumorkan bahwa ada tawaran dari Inter Milan dan melanjutkan
ceritanya disana, tetapi tidak dia tidak takut dengan persaingan yang
ada menjadi pilihan keempat sebenernya bukanlah pilihan untuk pemain
muda yang sedang berkembang menjelang kematangan karirnya.
Mental tidak takut
bersaing ini yang dimiliki oleh pemain muda seperti ini seharusnya
bisa menjadi perhatian Rodgers karena pemain seperti ini jika diberi
kesempatan tidak akan menyia-nyiakan kesempatannya dan sudah pasti
menciptakan kompetisi positif di lini depan agar tidak terlena jika
sudah berada di posisi inti karena kapanpun bisa tergeser.
Dear Fabio,
Your will to stay
and fight for your place and dignity would give fear to other striker
if they can maintain their performance, your will to stay and fight
would give a youngster learn to love LFC with all their heart, your
will to stay would send a message to everyone in this planet that
fight for your right and not to giving up to their dream is a must.
Fabio you're young
and have a high workrate, I know Brendan know your skill and ability,
your chance would come very soon. So don't you give up to it, show to
them who underestimate you that you belong on the same player with
other player to fight in the name of LFC..
So, as long you're
bleed Liverpool FC red. We'll always support you everytime you touch
the pitch!
#YNWA Fabio!
No comments:
Post a Comment