Call me a dreamer..
“You may say I'm a dreamer. But I'm not the only one”
- John Winston Lennon-
Pemimpi, ya sebut saya seorang pemimpi
yang memimpikan banyak hal yang belum tentu terjadi atau tidak di
masa depan nanti, panggil saya seorang pemimpi yang selalu
mengharapkan kesempurnaan di tengah ketidak sempurnaan, cap saya
seorang pemimpi yang akan selalu berharap untuk mendapatkan terbaik
atas semua harapan saya. Seorang pemimpi akan selamanya menjadi
pemimpi tetapi apakah seorang pemimpi tidak
boleh punya hak untuk bermimpi?.
Mimpi bisa membuat orang menjadi gila
ataupun mimpi bisa menjadi sebuah harapan yang bisa menyelamatkan
hidup. Tidak usah terlalu luas membahas tentang banyak mimpi di kehidupan
saya seperti biasa saya akan mengerucutkan mimpi saya untuk satu klub
yang saya puja yang jaraknya ribuan mil di tanah inggris sana. Ya,
sebuah raksasa yang katanya sedang sakit & terluka, entah terluka
dalam arti yang sebenernya atau terluka karena ditinggal pujaan
hatinya. LFC namanya, setelah ditinggal sang pujaan hati masih belum
mendapatkan pengganti yang sempurna yang mendekati dirinya tapi ya
sudahlah semua sudah berakhir mengenai kisah cinta antara LFC dan si
sang pujaan hati.
Yang menjadi pertanyaan bagaimana LFC
bangkit dari keterpurukan ini?, bukan terpuruk dalam arti sebenarnya
karena LFC pada saat artikel ini ditulis masih bertengger di posisi
lima klasemen sementara, tidak begitu buruk untuk tim yang mentalnya
sedang terpuruk bukan? Tetapi bagi supporter yang menjalani musim
yang indah di musim lalu, musim ini terasa berat dengan penampilan
bak mobil yang akan kehabisan bensin. Menang dengan keberuntungan
yang di musim lalu hampir selalu supporter di sajikan “Goal
Galore”, beda dengan musim ini yang sepertinya mencetak gol pun
sulit.
Cederanya Sturridge menambah
penderitaan supporter dengan menyisakan Balotelli, Borini, &
Lambert di lini depan dimana ketiga striker diatas sama sekali belum
menunjukan taji di musim ini belum lagi ditambah dengan rapuhnya lini
belakang yang sebenarnya sudah ada dari musim lalu tetapi tidak
begitu mencolok karena seringnya LFC mengadakan pesta Gol. Pada saat
lini depan tumpul baru terlihat betapa rapuhnya lini belakang LFC.
Kembali kepada judul diatas mengenai
pemimpi, saya pribadi mempunyai mimpi untuk LFC di musim ini walau
sedang keadaan carut marut begini sepertinya ada sesuatu yang
meyakinkan saya bahwa LFC would get this right on time in this
season tidak akan terlalu lama
berada dalam kondisi mental yang berantakan seperti ini, but they really need us to keep support and believe for them even it's really hard to do right now but if that could help i would do it..
Kembali lagi ke awal paragraf panggil saya seorang pemimpi tetapi saya
yakin saya bukan satu-satunya orang bermimpi seperti ini, bukan satu-satunya orang yang memiliki keyakinan ini masih banyak supporter yang memiliki mimpi dan keyakinan ini dan hanya waktu yang akan menjawabnya. Orang tua sering bilang mimpi itu hampir sama dengan doa maka bermimpilah siapa tahu Tuhan sedang kebetulan melihat mimpimu dan sedang berbaik hati untuk mengabulkannya.
Dreamer..
We
have no hope when our dream are dead
We
lose a faith when our dream are shread
We
died when our dream are shut
One of
my dream are to see them stand strong once again
Now
They struggle hard with all their problem
Would
my dream for them died?
No, my
dream still alive something telling me they would rise in the right
time
Call
me a dreamer as you like
I
proud to be a dreamer who keep my dream alive..
#YNWA
@radya
Riquelme, which succeeded in winning 98 Apertura and 99 Clausura with the Boca jersey, was also winning 2000 Apertura. Riquelme was no longer a toy teenager, the superstar had reached the point of evolution.gta 5 apk
ReplyDelete