Thursday, October 23, 2014

Call Me A Dreamer

Call me a dreamer..

“You may say I'm a dreamer. But I'm not the only one”
- John Winston Lennon-

Pemimpi, ya sebut saya seorang pemimpi yang memimpikan banyak hal yang belum tentu terjadi atau tidak di masa depan nanti, panggil saya seorang pemimpi yang selalu mengharapkan kesempurnaan di tengah ketidak sempurnaan, cap saya seorang pemimpi yang akan selalu berharap untuk mendapatkan terbaik atas semua harapan saya. Seorang pemimpi akan selamanya menjadi pemimpi tetapi apakah seorang pemimpi tidak boleh punya hak untuk bermimpi?.

Mimpi bisa membuat orang menjadi gila ataupun mimpi bisa menjadi sebuah harapan yang bisa menyelamatkan hidup. Tidak usah terlalu luas membahas tentang banyak mimpi di kehidupan saya seperti biasa saya akan mengerucutkan mimpi saya untuk satu klub yang saya puja yang jaraknya ribuan mil di tanah inggris sana. Ya, sebuah raksasa yang katanya sedang sakit & terluka, entah terluka dalam arti yang sebenernya atau terluka karena ditinggal pujaan hatinya. LFC namanya, setelah ditinggal sang pujaan hati masih belum mendapatkan pengganti yang sempurna yang mendekati dirinya tapi ya sudahlah semua sudah berakhir mengenai kisah cinta antara LFC dan si sang pujaan hati.



Yang menjadi pertanyaan bagaimana LFC bangkit dari keterpurukan ini?, bukan terpuruk dalam arti sebenarnya karena LFC pada saat artikel ini ditulis masih bertengger di posisi lima klasemen sementara, tidak begitu buruk untuk tim yang mentalnya sedang terpuruk bukan? Tetapi bagi supporter yang menjalani musim yang indah di musim lalu, musim ini terasa berat dengan penampilan bak mobil yang akan kehabisan bensin. Menang dengan keberuntungan yang di musim lalu hampir selalu supporter di sajikan “Goal Galore”, beda dengan musim ini yang sepertinya mencetak gol pun sulit.

Cederanya Sturridge menambah penderitaan supporter dengan menyisakan Balotelli, Borini, & Lambert di lini depan dimana ketiga striker diatas sama sekali belum menunjukan taji di musim ini belum lagi ditambah dengan rapuhnya lini belakang yang sebenarnya sudah ada dari musim lalu tetapi tidak begitu mencolok karena seringnya LFC mengadakan pesta Gol. Pada saat lini depan tumpul baru terlihat betapa rapuhnya lini belakang LFC.


Kembali kepada judul diatas mengenai pemimpi, saya pribadi mempunyai mimpi untuk LFC di musim ini walau sedang keadaan carut marut begini sepertinya ada sesuatu yang meyakinkan saya bahwa LFC would get this right on time in this season tidak akan terlalu lama berada dalam kondisi mental yang berantakan seperti ini, but they really need us to keep support and believe for them even it's really hard to do right now but if that could help i would do it..

Kembali lagi ke awal paragraf panggil saya seorang pemimpi tetapi saya yakin saya bukan satu-satunya orang bermimpi seperti ini, bukan satu-satunya orang yang memiliki keyakinan ini masih banyak supporter yang memiliki mimpi dan keyakinan ini dan hanya waktu yang akan menjawabnya. Orang tua sering bilang mimpi itu hampir sama dengan doa maka bermimpilah siapa tahu Tuhan sedang kebetulan melihat mimpimu dan sedang berbaik hati untuk mengabulkannya.



Dreamer..

We have no hope when our dream are dead
We lose a faith when our dream are shread
We died when our dream are shut

One of my dream are to see them stand strong once again
Now They struggle hard with all their problem
Would my dream for them died?
No, my dream still alive something telling me they would rise in the right time

Call me a dreamer as you like
I proud to be a dreamer who keep my dream alive..

#YNWA


@radya

1 comment:

  1. Riquelme, which succeeded in winning 98 Apertura and 99 Clausura with the Boca jersey, was also winning 2000 Apertura. Riquelme was no longer a toy teenager, the superstar had reached the point of evolution.gta 5 apk

    ReplyDelete